Tradisi Makan Sirih yang Mulai Hilang dari Indonesia

Uncategorized

Tak banyak dari kita yang mengenal tradisi makan sirih. Karena saat ini hampir tidak ada masyarakat modern yang mempertahankant tradisi yang satu ini. Kalangan masyarakat yang masih mempertahankan tradisi makan sirih pada umumnya tinggal di beberapa desa terpencil di Indonesia.

Berawal dari Kebiasaan Masyarakat Melayu

Makan sirih adalah tradisi yang erat kaitannya dengan masyarakat Melayu. Tidak hanya digunakan sebagai makanan bagi masyarakat biasa, sirih pun menjadi bagian erat pada sejumlah upacara adat, persembahan, penyambutan tamu, pengobatan tradisional, dan pernikahan.

Dalam upacara pernikahan, sirih akan dirangkai menjadi sirih junjung yang tampilannya menarik sebagai bagian dari seserahan kepada pihak pengantin perempuan. Sedangkan untuk upacara lainnya, sirih junjung juga sering digunakan keperluan arak-arakan adat.

Tepak Sirih, Perangkat Penting Dalam Upacara Adat

Perangkat untuk meletakkan sirih serta bahan-bahan lainnya dikenal dengan sebutan tepak sirih. Pengunaan tepak sirih tidak boleh sembarangan karena penyusunannya harus dilakukan sesuai dengan aturan.

Daun-daun sirih yang akan dikunyah harus disusun secara rapi di dalam tepak sirih. Satu per satu lembaran sirih harus disusun secara rapi supaya bagian ekornya tidak tampak. Masyarakat Melayu beranggapan bahwa ekor sirih yang terlihat akan menunjukkan ketidaksopanan dan tidak menghargai tamu.

Bahan-bahan Pelengkap Dalam Tradisi Makan Sirih

Biasanya sirih tidak disantap sendirian. Ada berbagai bahan-bahan pelengkap seperti pinang, gambir, cengkeh, tembakau, dan kapur yang turut melengkapi tradisi makan sirih.

Setiap bahan pelengkap dalam tradisi makan sirih memiliki filosofi yang mendalam dan erat kaitannya dengan kehidupan. Sehingga tradisi yang satu ini tak hanya sekadar aktivitas makan biasa, namun juga sarat dengan pelajaran akan nilai-nilai kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *