Ritual Tedak Siten untuk Bayi yang Belajar Berjalan

Adat dan Tradisi

Setiap momen tumbuh kembang bayi adalah saat-saat yang membahagiakan bagi para orangtua. Anda tentu tidak ingin ketinggalan untuk menyaksikan perkembangan kecerdasan buah hati Anda dari hari ke hari. Di Jawa, ada salah satu tradisi unik untuk merayakan perkembangan bayi yang sedang belajar berjalan. Tradisi tersebut dikenal dengan nama tedak siten.


Kata tedak siten berasal dari bahasa Jawa, tedak berarti turun dan siten (dari kata siti) yang berarti bumi. Filosofi ritual tedak siten memiliki makna yang sangat dalam. Saat bayi belajar memijakkan kakinya ke tanah, maka orangtua dan segenap kerabat serta keluarga akan menunjukkan rasa syukur dan mendoakan kesuksesan hidup si bayi.


Prosesi tedak siten melalui beberapa tahapan yang cukup panjang. Biasanya seluruh keluarga dan kerabat dari kedua orangtua bayi akan berkumpul untuk merayakannya bersama-sama. Pertama, sang bayi akan dipandu oleh kedua orangtuanya untuk berjalan di atas wadah berisi jadah 7 warna (ketan yang sudah diberi pewarna). Ritual pertama ini menyimbolkan 7 proses kehidupan yang akan dilalui si bayi.


Selanjutnya, ada pula ritual berjalan di atas tangga yang dibuat dari batang tebu serta bermain di atas tanah dengan kedua kaki. Makna dibalik ritual ini adalah harapan agar anak bisa bekerja keras secara mandiri dan menjalani hidup dengan hati yang kuat.


Prosesi lain yang tak kalah menarik dalam tedak siten yaitu saat si bayi dimasukkan ke dalam kurungan ayam yang berisi aneka jenis mainan. Konon mainan yang dipilih si bayi akan menunjukkan minat dan bakatnya di masa depan.


Prosesi tedak siten ditutup dengan acara pemberian koin kepada bayi dari kedua orangtuanya kemudian si bayi akan dimandikan dengan air bunga 7 rupa. Memandikan bayi dengan air bunga adalah simbol dari harapan agar si bayi bisa mengharukan nama keluarga. Bayi yang sudah dimandikan akan diberi pakaian yang bagus sebagai simbol kehidupan yang layak di masa depan.


Tak lengkap rasanya mengenal ritual tedak siten tanpa menyaksikannya secara langsung. Ketika ada keluarga atau kerabat yang mengadakan ritual ini, sempatkan diri Anda untuk hadir dan menyaksikan keunikannya, ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *