Pura Besakih, Pura Termegah di Bali

Tempat

Pura Besakih merupakan Pura terbesar sekaligus termegah yang berlokasi di gunung Agung, Bali. Pura megah berjuluk “Ibunda para Pura” ini diklaim telah berdiri selama seribu tahun lamanya, dan memiliki total ketinggian seribu meter. Pura Besakih merupakan paduan dari kurang lebih 86 Pura kecil, termasuk Pura Penataran Agung, serta 18 Pura lainnya.

Sebagai Pura terbesar yang ada di Bali, Pura Besakih selalu diramaikan oleh pengunjung terutama wisatawan asing.

Mengenal Pura Besakih

Pura Besakih

Bagi masyarakat Bali, mengunjungi sebuah Pura dipercaya sebagai suatu perjalanan spiritual yang spesial. Tanpa mengurangi tujuan utama berdirinya Pura Besakih yakni beribadah, maka beberapa situs ditutup untuk umum.

Pura Besakih berdiri terbentuk atas perwakilan trinitas agama Hindu. Terdapat Pura Penataran Agung yang melambangkan Shiva sang penghancur (ditandai dengan kain / spanduk warna putih), Pura Kiduling Kreteg mewakili Brahma sang pencipta (warna merah), dan Pura Batu Madeg mewakili Vishnu sang penjaga (warna hitam).

Pura Besakih adalah satu-satunya Pura yang terbuka untuk segala kasta, tak lain karena sifatnya yang menjadikan pusat dari segala acara adat.

Nama Besakih diambil dari kata “Basuki” mengacu kepada “Naga Basukian”, sosok dewa berupa naga yang dipercaya melindungi gunung Agung sejak lama.

 

Daya Tarik Pura Besakih


Pura Besakih pernah mendapatkan nominasi sebagai situs warisan dunia pada tahun 1995.

Setidaknya ada 70 upacara adat yang dilakukan setiap tahunnya pada Pura ini, hal ini dikarenakan setiap Pura memiliki hari besar tersendiri.

Pura Basukian, Pura Penataran Agung dan Pura Dalem Puri adalah ketiga Pura panutan dari Pura kecil lainnya seperti Pura Paseh, Pura Desa, dan Pura Dalem. Di dalamnya terdapat literatur yang mengacu bagaimana sebuah Pura dibentuk.

 

Mengunjungi Pura Besakih


Hampir di setiap hari libur, Pura Besakih dipadatkan oleh wisatawan lokal maupun asing terutama pada siang hari. Jika Anda berniat mengunjunginya, Anda diwajibkan mengenakan sebuah selendang dan sarung.

 

Jika Anda tidak memiliki selendang ataupun sarung, jangan khawatir. Anda bisa menyewanya atau membelinya di luar Pura namun hati-hati, selalu coba untuk menawar harga karena tak jarang dari mereka yang menembak harga tinggi.

Wanita yang sedang haid dilarang memasuki wilayah Pura Besakih. Maka dari itu, ada baiknya tentukan tanggal dari awal sebelum Anda pergi berkunjung.

Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari. Sebab dua waktu ini lah biasanya lebih sepi pengunjung, sehingga Anda dapat lebih menikmati keindahan Pura megah ini.

 

Cara Menuju Pura Besakih


Dari Sanur, ambil lah jalan Kusamba untuk menuju Klungkung. Setelahnya, ikuti jalan Klungkung menuju utara hingga tiba di Menanga. Dari Menanga, Anda sudah dekat dengan Besakih. Perjalanan dari Sanur seharusnya tidak memakan waktu lebih dari dua setengah jam.

Perlu dicatat, Pura Besakih dibuka untuk wisatawan mulai dari pukul 08:00 hingga 17:00, walau secara teknis ia buka 24 jam sebagai tempat ibadah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *