aksara jawa

Mengulik Fakta Tentang Aksara Jawa

Sejarah

Aksara Jawa atau dengan nama lain Hanacaraka/Carakan adalah salah satu jenis Aksara Abugida. Merupakan aksara segmental untuk menuliskan bahasa Jawa dan sejumlah bahasa daerah lainnya di Indonesia seperti Jawa Barat, Jawa Timur hingga Bali.

Asal Usul Aksara Jawa

Aksara Jawa adalah aksara turunan yang dikembangkan oleh aksara-aksara terdahulunya. Aksara terdahulu yang digunakan sebagai sumber turunan dari Aksara Jawa adalah Aksara Brahmi yang digunakan di India pada pemerintahan Raja Asoka (270SM – 232SM).

Aksara Brahmi adalah cikal bakal adanya tulisan pertama manusia di seluruh kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Bukti Prasasti Mulawarman di Kutai, Kalimatan Timur yang menggunakan Aksara Pallawa yang tak lain adalah turunan dari Aksara Brahmi.

Kemudian seiring berkembangnya zaman pada abad ke 8 Masehi Aksara Pallawa mengalami penyederhanaan dan menjadi Aksara Kawi (Jawa Kuno)

Pada abad 17, Aksara Kawi atau Aksara Jawa Kuno mengalami perubahan karena bergesernya budaya, adanya pengaruh Agama Budha dan Islam. Tulisan tersebut telah berkembang menjadi bentuk modernnya dan dikenal sebagai Carakan atau hanacaraka.

Baca juga:

Zaman Modern

Sebuah Lokakarya di Sriwedari, Surakarta pada tahun 1926 membuat sebuah gebrakan dengan sebutan Wewaton Sriwedari (Ketetapan Sriwedari) yaitu landasan awal standarisasi ortografi aksara Jawa.

Pada tahun 1995, Setelah kemerdekaan Indonesia banyak sekali panduan-pantuan ortografi Aksara Jawa, dan diadakannya Kongres Bahasa Jawa (KBJ) antara 1991 sampai 2006.

Candi-Candi yang terletak di sepanjang pulau Jawa hingga Bali menjadi bukti pengaruh Aksara Jawa untuk kemajuan masyarakat di masanya, seperti Candi Borobudur, Candi Prambanan dan masih banyak lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *