Mbaru Niang, Hunian Tradisional Pulau Flores yang Mulai Ditinggalkan

Adat dan Tradisi

Mbaru Niang merupakan nama dari hunian tradisional khas pulau Flores. Kini rumah adat Mbaru Niang sudah sangat langka, hanya dapat ditemukan di kampung adat Wae Rebo, desa terpencil di atas pegunungan.

Rumah adat Mbaru Niang memiliki struktur yang cukup tinggi. Dengan tinggi sekitar 15 meter, dan memiliki lima lantai. Berbentuk kerucut, dengan bagian atap ditutup dengan ijuk dan daun lontar.

Bagian dalam dibentuk dengan menggunakan bambu dan kayu worok yang diikat dengan tali rotan. Memiliki lima tingkat, yang dihuni enam hingga delapan keluarga.

Kelima tingkatan memiliki fungsi yang berbeda-beda, tingkat pertama (biasa disebut Lutur) digunakan sebagai tempat berkumpul dan tempat tinggal keluarga.

Tingkat ke dua (Lobo) berupa loteng untuk menyimpan berbagai kebutuhan pangan dan keperluan lainnya sehari-hari.

Tingkat ke tiga (Lentar) dimanfaatkan sebagai tempat penyimpanan kebutuhan bertani seperti benih jagung, padi, kacang, dan benih-benih lainnya.

Tingkat ke empat (Lempa Rae) dimanfaatkan untuk menyimpan makanan jika musim kering tiba.

Tingkat ke lima (Hekang Kode) digunakan untuk menaruh sesajen sebagai persembahan kepada para leluhur.

Rumah adat Mbaru Niang dinobatkan sebagai warisan budaya dengan kategori konservasi tertinggi oleh UNESCO (Awards of Excellence, Heritage Awards for Cultural Heritage Conservation), Asia-Pasifik pada tahun 2012. Juga Mbaru Niang mendapatkan penghargaan ‘Aga Khan’ untuk arsitektur tahun 2013.

Kini, rumah adat Mbaru Niang hanya tersisa delapan buah saja. Namun warga lokal tengah membangun rumah baru dengan bantuan dan dukungan dari UNESCO dan Rumah Asuh Yayasan.

Desa Wae Rebo sendiri berlokasi di perbatasan langsung dengan Taman Nasional Komodo. Desa ini menjadi lokasi eco-wisata favorit oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Desa Wae Rebo terletak di ketinggian 1.100 meter dari permukaan laut dan dikelilingi pegunungan dan hutan hujan tropis, tepatnya di Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai Barat, Flores.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *