penduduk mata biru di aceh

Keberadaan Penduduk Bermata Biru Di Aceh

Sejarah

Ada yang berbeda dengan keberadaan masyarakat di pesisir daerah Lamno, Aceh. Sebab di daerah tersebut, Anda dapat menemukan penduduk Indonesia dengan mata yang biru dan rambut pirang.

Masyarakat Indonesia asli dikenal sebagai salah satu masyarakat dari ras Melayu. Ciri khas ras Melayu yang dimiliki masyarakat Indonesia antara lain adalah kulit berwarna kuning langsat hingga sawo matang dengan bola mata berwarna cokelat pekat atau hitam. Penduduk asli Indonesia yang tinggal di pulau Sumatera dan Jawa mayoritas memiliki ciri fisik tersebut.

Si Mata Biru yang Memiliki Nenek Moyang Portugis

Masyarakat bermata biru yang tinggal di pesisir Lamno memiliki garis keturunan istimewa yang berbeda dengan masyarakat Indonesia lainnya. Komunitas masyarakat bermata biru yang disebut “bule Lamno” tersebut merupakan keturunan dari bangsa Portugis yang sempat tinggal di Lamno.

Konon pada abad ke-14 kerajaan Daya pernah menyelamatkan rombongan kapal Portugis yang karam di sekitar pesisir Lamno. Para awak kapal tersebut kemudian menetap di Lamno dan menikah dengan penduduk sekitar.

Dari hasil pernikahan tersebut, lahirlah anak-anak dengan ciri fisik yang berbeda dengan masyarakat Aceh pada umumnya. Meskipun merupakan warga Aceh, keturunan Portugis tersebut memiliki perawakan tubuh tinggi, hidung mancung, rambut pirang, dan mata yang biru.

Baca juga: Edhie Soenarso, Maestro Tugu Dirgantara

Keturunan Bule Lamno Semakin Sedikit Jumlahnya

Menurut penuturan salah seorang keturunan bule Lamno, kini generasi bule Lamno yang ada di Aceh adalah keturunan ketujuh dan kedelapan dari bangsa Portugis. Tidak hanya berbaur dengan masyarakat dari etnis lainnya, keberadaan bule Lamno pun kian menipis sejak musibah tsunami menimpa Aceh di tahun 2004 yang lalu. Musibah tersebut mengakibatkan sejumlah warga Lamno keturunan Portugis meninggal atau tidak ditemukan kembali.

Baca juga: Sejarah Gunung Rakata Purba dan Eksotisme Anak Krakatau

Pesona bule Lamno dari Aceh memang menjadi salah satu bukti keanekaragaman budaya di tanah air. Meski masyarakat Indonesia memiliki ciri fisik yang berbeda-beda, namun yang ada di hati tentu saja hanya tanah air tercinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *