Banteng Jawa, Bos Javanicus, Fauna Indonesia yang Terancam Punah

Fauna

Ternyata Indonesia mempunyai satu dari lima spesies Banteng di dunia yang kini jumlah populasinya telah merosot. Banteng tersebut disebut dengan Banteng Jawa, spesies Banteng endemik Indonesia.

Banteng Jawa dikenal dengan nama Bos Javanicus dalam bahasa latin, dan ‘Banteng’ atau Tembadau dalam bahasa Inggris.

Klasifikasi Ilmiah Bos Javanicus

Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Mammalia
Ordo: Artiodactyla
Famili: Bovidae
Genus: Bos
Spesies: Bos Javanicus


Deskripsi dan Ciri Bos Javanicus

Banteng Jawa jantan dan betina memiliki perbedaan sedikit dari bentuk fisiknya. Banteng jantan memiliki warna tubuh coklat gelap atau hitam pekat, sedangkan Banteng betina berwarna coklat terang kemerahan.

Terdapat punuk pada pundak Banteng jantan, sedangkan Banteng betina tidak. Kemudian tanduk Banteng jantan menjulang ke atas, sedangkan tanduk banteng betina melengkung ke dalam.

Berat Banteng Jawa dapat mencapai 600 hingga 800 kilogram, dengan panjang mencapai 190 hingga 225 sentimeter dan tinggi hingga 160 sentimeter. Ukuran Banteng betina lebih kecil dari Banteng jantan, dengan panjang tanduk kurang lebih sama yakni 60 sampai 75 sentimeter.

Banteng betina hanya dapat mengandung satu ekor anak saja dalam satu masa kandung. Masa kandungannya berkisar sekitar 285 hari. Banteng Jawa sudah tergolong dewasa di usia dua tahun, dengan rentang usia dapat mencapai 20 tahun.

Bos Javanicus termasuk dalam hewan Herbivora. Mereka bertahan hidup dengan mengkonsumsi tumbuhan dan buah-buahan. Mereka aktif mencari makanan pada siang hari, namun di beberapa wilayah, Banteng Jawa terlihat aktif di malam hari terlebih jika dekat dengan wilayah tempat tinggal manusia.

Banteng Jawa hidup berkelompok dengan satu pemimpin Banteng jantan beranggotakan dua hingga 40 ekor Banteng dalam satu kelompok.

Habitat dan Persebaran Bos Javanicus

Wilayah persebaran Bos Javanicus meliputi pulau Jawa, Kalimantan, dan juga Bali. Mereka biasa hidup di wilayah semak belukar dan hutan lebat berketinggian 2.100 meter dari permukaan laut.

Mereka ditangkarkan di Taman Nasional Meru Betiri, Taman Nasional Baluran, Taman Nasional Ujung Kulon, dan Taman Nasional Alas Purwo.
Serta di Cagar Alam dengan populasinya lebih sedikit seperti di Cagar Alam Cikepuh-Cibanteng, Cagar Alam Pangandaran, Cagar Alam Malang, dan Cagar Alam Kediri.

Status Konservasi Bos Javanicus

Tahun 1996, IUCN Redlist menobatkan Banteng Jawa sebagai fauna terancam punah dengan status ‘Endangered’. Populasi Banteng kini diperkirakan tidak lebih dari 5.000 ekor di dunia.

Namun Bos Javanicus belum didaftarkan oleh organisasi perdagangan satwa dunia CITES, dan juga belum termasuk dalam satwa yang dilindungi oleh Indonesia.

Diduga penurunan populasinya akibat dari ancaman predator yang berlebihan, juga perusakan habitat dan perburuan liar tanpa mempertimbangkan lamanya proses perkembang biakkan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *