anggrek kantung kolopaking

Anggrek Kantung Kolopaking, Flora Langka Khas Kalimantan Tengah

Flora

Di Kalimantan Tengah, terdapat flora endemik yang sudah sangat sulit untuk ditemukan. Tumbuhan tersebut termasuk dalam jenis Anggrek, yang bernama Anggrek Kantung Kolopaking.

Berdasarkan klasifikasi ilmiah, Anggrek Kantung termasuk dalam kerajaan Plantae, Divisi Magnoliophyta, Kelas Liliopsida, Ordo Asparagales, Famili Orchidaceae, dan Genus Paphiopedilum.


Bernama latin Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie, dan hanya tumbuh di daerah lembap. Meski termasuk dalam jenis Anggrek, dan memiliki kesamaan dengan Paphiopedilum Topperi Braem & Mohr, namun bentuknya yang unik menjadikannya sangat berbeda dari tumbuhan satu Familinya.


Anggrek Kantung Kolopaking mempunyai daun hijau tua dengan bentuk seperti pita membulat pada ujungnya. Panjangnya dapat mencapai sekitar 20 sampai 80 sentimeter dengan lebar lima sampai 12 sentimeter.

Baca juga:


Dalam satu tandan, terdapat lima sampai 19 kuntum dengan paduan warna kuning dan hijau. Bunganya memiliki kelopak berwarna putih berpadu garis-garis coklat merah dan coklat tua pada bagian urat. Ukuran bunga mencapai delapan hingga 16 sentimeter.

Paphiopedilum Kolopakingii Fowlie tumbuh di bebatuan berlumut, tepatnya di tepi tempat lembap dengan ketinggian 600 sampai 1100 meter dari permukaan laut. Wilayah persebarannya sangat sempit, hanya sebatas Kalimantan Tengah saja.

Kelangkaannya disebabkan oleh perusakan habitat dari perluasan lahan, kebakaran hutan, dan perburuan liar. Akibatnya Anggrek Kantung Kolopaking terdaftar pada IUCN Redlist dalam status konservasi tingkat keterancaman tinggi (Critically Endangered).

Convention on International Trade in Endangered (CITES) yang tertuang dalam Apendiks I, juga turut menyatakan bahwa tumbuhan ini langka dan patut dilestarikan. Oleh karena itu, Anggrek Kantung Kolopaking dilarang untuk diperjualbelikan dalam bentuk apapun.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *